Selasa, 05 Agustus 2014

Cerpen: Dasar Bodoh Semua


Hari ini saya akan memposting cerpen yang saya ikut sertakan dalam lomba Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) di Jambi tahun 2014 cabang Cerpen yang diadakan tanggal 23 Juni 2014. Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan Juara 3 pada lomba Peksimida. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Allah swt, terima kasih kepada bang Aart S. Jauhari yang sudah mengajari saya teknik menulis yang belum saya ketahui dan juga bang Anggit Eko Suseno yang juga mengawasi proses belajar menulis saya. Terima kasih semuanya.
Selamat membaca!
DASAR BODOH SEMUA
Karya: Febrianiko Satria

            Iblis-iblis itu saling menghujam dan saling membunuh satu sama lainnya demi Sang Calon Raja yang diinginkannya. Di pikirannya terus terbayang semua surganya neraka apabila Sang Raja yang di inginkannya menang dalam Pemilihan Raja ini. Ia tidak peduli dengan semua bisikan halusnya kepada rakyat ataupun darah yang tertumpah karena menelan semua kebohongannya. Baginya yang terpenting adalah dirinya sendiri. Ia tertawa riang melihat kebohongannya menari-menari ditengah kerajaan.

***
            Disuatu Kerajaan bernama Rimaulati sedang melaksanakan pemilihan kepala Negara. Sang Raja sudah sangat tua memutuskan untuk mencari penggantinya. Sayangnya Raja itu tak beristri dan tidak pula memiliki anak. Untuk itulah ia memutuskan untuk melakukan Pemilihan raja dengan sistem demokratis. Pemilihan Raja ini bisa di ikuti oleh siapa saja mulai dari kalangan rakyat, militer, pengusaha hingga bangsawan. Sang Raja lalu segera membentuk sebuah Badan Pemilihan Raja untuk mencari penggantinya. BPR ini lalu menyerahkan berbagai macam pengumuman ke seluruh negara. Semua rakyat menyambut gembira pemilihan ini.

            Badan Pemilihan Raja (BPR) akhirnya berhasil mengumpulkan 50 orang pendaftar. Para pendaftar itu akhirnya diseleksi dengan berbagai macam ujian. Dari banyak pendaftar itu terus bersaing dalam seleksi dan akhirnya menyisakan 6 orang peserta. Seorang petani, Seorang Perkebun, Seorang Jendral, Seorang Pedagang, Sang Nelayan dan Seorang Bangsawan. Dari enam orang peserta itu tersisalah seorang Nelayan dan seorang Jendral. Mereka mengikuti berbagai ujian seleksi lagi dan akhirnya mereka berdua menang di berbagai ujian seleksi tersebut. Karena mereka berdua cukup hebat akhirnya sang raja memutuskan untuk melakukan pemungutan suara. Pemungutan itu berlangsung pada tahun depan.
           Sang Nelayan berusaha mendapatkan dukungannya dengan cara bekerja sama dengan Perkebun dan Sang Pedagang. Sedangkan Sang Jendral juga bekerja sama dengan Sang Bangsawan dan Sang Petani.
            Para anak buah sang Jendral yang bersifat Penjilat lalu berusaha meyakinkan semua anggota militer untuk memilih Sang Jendral. Namun hal itu dihentikan Sang Jendral dengan memerintahkan agar semua anak buahnya agar bersifat netral. Sang Jendral lalu keluar dari militer kerajaan untuk meyakinkan semua anak buahnya agar tetap bersifat netral.
            Para rekan Sang Nelayan juga melakukan hal yang sama agar semua nelayan memilih Sang Nelayan untuk menjadi Raja. Tetapi Sang Nelayan menghentikannya dan menyuruh para nelayan agar memilih sesuai hati  nuraninya.

***
            Badai tampak dari kejauhan, ia akan menghancurkan perdamaian kerajaan.
           Untuk memenangkan Sang Nelayan. Sang Pedagang berusaha mengalahkan Sang Kepala Militer dengan menyebarkan pamphlet gelap yang berisi berbagai pembantaian rakyat yang pernah dilakukan sang Jendral. Walaupun itu semua tidak pernah terjadi.
            Sebagai hasil dari pamphlet gelap itu masyarakat menjadi takut untuk memilih sang Jendral walaupun sang Jendral itu adalah seorang Jendral yang baik dengan alasan jika . Untuk menghilangkan  kabar buruk dan mengembalikan jumlah pemilih, Sang Bangsawan juga mengumpulkan rakyatnya di sebuah ruangan megah dan memberikan sebuah pengumuman.
            “Perhatian kalian semua mulai saat ini kalian tidak boleh memakan ikan hasil tangkapan Sang Nelayan karena ia menggunakan racun untuk menangkap ikan. Takutnya kalian akan keracunan karena memakan ikan dari Sang Nelayan.” Kata  Sang Bangsawan dengan ekspresi meyakinkan.
            “Ah tidak mungkin.” Bantah salah satu rakyat.
            “Kalian tahu tidak banyak orang keracunan di daerah barat itu karena apa?” Tanya Sang Bangsawan.
            “Memangnya karena apa?”
            “Itu karena mereka memakan ikan hasil tangkapan Sang Nelayan.”
            “Apa?”
            Sebagai hasil dari pengumuman bohong yang penuh kepalsuan dari Sang Bangsawan, Penghasilan Sang Nelayan langsung turun secara drastis. Untuk mengembalikan suara Sang Nelayan, Sang Perkebun langsung memberikan fakta jujur tentang Nelayan bahwa ia menggunakan jaring biasa ketika menangkap ikan di laut. Lalu membuat gossip di  kalangan rakyat bahwa Sang Jendral ketika perang mengambil banyak wanita untuk dijadikan wanita simpanan pemuas nafsu bejat sang jendral.
            Tentu saja banyak sekali pendukung sang Jendral tersinggung. Sang Petani lalu berusaha memperbaiki citra buruk pemimpinnya lalu menyebarkan isu tentang Sang Nelayan bahwa Sang Nelayan ketika melaut diberikan sebuah kapal besar hasil pemberian salah satu Raja dari Negara lain.
           Sudah pasti banyak rakyat kaget dengan kabar burung itu. Mereka takut kalau sang Nelayan sudah dibekingi oleh Raja-Raja dari Negara lain jadi kalau Sang Nelayan sudah berkuasa maka Raja-Raja yang mendukungnya bakal meminta imbalan berupa wilayah atau kekayaan dari Negaranya.
            Sudah pasti para pendukung Sang Nelayan sangat geram dengan hal itu. Mereka menolak dengan tegas hal itu. Mereka lalu memberikan sebuah fakta bahwa Sang Nelayan tidak memiliki kapal melainkan sebuah perahu tua bekas peninggalan Ayah Sang Nelayan.
           Pendukung Sang Nelayan lalu memberikan isu miring tentang Sang Bangsawan yang merupakan pendukung Sang Jendral. Diketahui Sang Bangsawan bersifat semena-mena dengan Rakyat jelata. Sang Bangsawan juga diberitakan kalau ia hanya memanfaatkan Sang Jendral sebagai Boneka untuk menjadi Raja sesungguhnya. Sang Pedagang yang merupakan pendukung Sang Nelayan berani pasang badan bahwa pernyataanya itu benar adanya.
            “Pegang kata-kataku Bangsawan itu selalu begitu aku sering mendengar pengakuan dari orang-orang sekitarnya.” Kata Sang Pedagang dengan lantang dan sangat meyakinkan.
            Faktanya memang sang Bangsawan berlaku demikian kepada rakyatnya. Ia juga memang memanfaatkan Sang Jendral sebagai boneka agar ia menjadi Raja sesungguhnya. Namun tentu saja Sang Bangsawan menyembunyikan fakta ini. Dihadapan rakyatnya ia berpura-pura bersedih  dan tidak terima dengan gosip itu. Agar menghilangkan pandangan buruk masyarakat tentang dirinya. Ia lalu berpura-pura baik dengan masyarakat lalu memberikan sumbangan dengan embel-embel agar semua Rakyat mau memilih sang Jendral untuk menjadi Raja. 
            Sayup-sayup terdengar kabar miring yang diarahkan ke Sang Pedagang selaku pendukung Sang Nelayan. Diceritakan kalau Sang Pedagang sengaja menjadikan Sang Nelayan sebagai Raja agar ia bisa memonopoli dunia perdagangan.
            Sebenarnya Sang Pedagang memang ingin melakukan hal itu jika Sang Nelayan menjadi Raja berikutnya. Tetapi tentu saja ia berpura-pura tidak terima dan berusaha berpura-pura baik dihadapan rakyat banyak. Ia lalu memberikan bonus kepada semua konsumennya dengan embel-embel agar memilih Sang Jendral untuk menjadi Raja.
            Sang Raja akhirnya menjadi pusing sendiri dengan berbagai macam isu miring dan gossip yang terus menimpa masing-masing calon penggantinya. Untuk menengahi para pendukung gila itu, Sang Raja lalu membuatkan semacam acara debat yang dilaksanakan minggu depan. Tujuan debat ini agar masyarakatnya benar-benar tahu siapa calon pemimpinnya.

***
           Tibalah dihari dimana acara debat para raja itu dilaksanakan. Tema acara debat itu adalah tentang Perekonomian Negara.
“Para rakyatku sekalian kita mulai acara debat ini.” Kata Raja mengakhiri sambutan dan memulai debat.
Rakyat lalu bersorak gembira.
Acara debat berlangsung secara lancar namun diakhir acara debat para pendukung masing-masing calon Raja saling bersenggolan dan akhirnya menjadi sebuah keributan antara satu sama lainnya lalu terjadi kerusuhan sepanjang acara debat. Sang Raja lalu menyuruh pasukan istana untuk menghentikan kerusuhan itu dan membubarkan acara debat.
           Suasana kerajaan lalu semakin lama semakin tidak nyaman karena masing-masing pendukung terjadi semacam perang dingin yang kotor. Masing-masing para pendukung secara sengaja dan terang-terangan memberikan bantuan kepada masyarakat. Tentu saja hal ini tidak gratis karena rakyat dipaksa memilih Calon Raja berikutnya yang diinginkan dari masing-masing pendukung.
            Ditengah kekisruhan itu Sang Raja lalu membuat acara debat lagi. Kali ini Sang raja membuat Tema “Kesatuan dan Persatuan Bangsa”. Tujuan dibuatnya tema tersebut agar rakyatnya menjadi kembali damai tanpa perpecahan atas saran dari Calon Raja masing-masing. 
            Namun sayangnya acara debat itu malah menjadi rusuh tidak terkendali. Benar-benar terbalik dari tujuan Sang Raja. Malahan terjadi pertumpahan darah antar masing-masing pendukung. Korban pun terus berjatuhan akhirnya Sang Raja menghentikan acara debat ini lagi dengan bantuan pasukan istana lagi.
***
           Badai akhirnya benar-benar datang menghancurkan kedamaian kerajaan. Suasana dalam Kerajaan semakin lama semakin bertambah parah. Para pendukung yang awalnya melakukan perang dingin kini malah melakukan Perang yang sesungguhnya. Kini kerajaan itu  tak ubahnya seperti Perang Saudara.
           Dari pihak Sang Nelayan membuat pasukan yang diketuai oleh sang Pedagang. Sedangkan dari pihak sang Jendral diketuai oleh sang Bangsawan. Mereka memiliki masing-masing 300 pasukan dan terus bertambah dari hari ke hari bagaikan jamur di musim hujan. Bahkan mereka memiliki benteng pertehanan sendiri. Contohnya dari pihak Nelaya, mereka memiliki markas di bagian barat kerajaan sedangkan dari pihak Sang Jendral memiliki kekuasaan di bagian timur kerajaan. Mereka awalnya membuat benteng kecil lalu lama kelamaan menjadi benteng raksasa. Hingga akhirnya mereka masing-masing membuat istana megah sendiri-sendiri.
          Hingga akhirnya terjadilah perang besar-besaran selama seminggu ketika dua bulan sebelum pemilihan raja. Mereka saling daerah satu sama lain. Mereka juga berusaha merebut daerah kekuasaan satu  sama lainnya. Perang ini mengakibatkan kerugian besar dimasing-masing pihak. Darah terus bertumpah di tanah kerajaan. Tanah kerajaan yang awalnya subur kini malah menjadi tandus dan gersang karena terus dikotori oleh tangan-tangan egois yang serakah dengan kekuasaan.
          Namun dibalik peperangan yang rada-rada aneh dan unik itu. Sang Calon raja dari masing-masing kubu merasakan hal aneh. Mereka merasa yang akan menjadi raja saja tidak bertengkar tetapi kok malah pendukungnya yang bertengkar malah kini berujung perang. Akhirnya Sang Nelayan dan Sang Jendral masing-masing pergi sendiri menyendiri memikirkan pendukung masing-masing yang semakin aneh.
         Peperangan yang terus terjadi semakin membuat sang Raja tidak nyaman. Sang Raja berpikir bahwa hal ini dapat memecah belah kerajaan dan memicu pemberontakan. Setelah berpikir panjang selama beberapa hari, akhirnya Sang Raja melakukan penumpasan terhadap masing-masing pendukung.

***
          Penumpasan terus dilakukan secara berangsur-angsur. Meskipun semakin lama menjadi semakin sulit karena mulai Sang raja mulai diberitakan yang aneh-aneh. Akhirnya penumpasan berhasil dilakukan. Perdamaian kembali tercipta di Kerajaan Rimaulati. Sayangnya ketika Sang Raja ingin melakukan penangkapan masing-masing pemimpin para pendukung Sang Pedagang, Sang Perkebun, Sang Petani dan Sang Bangsawan melarikan diri.

          Akhirnya dibuat semacam pengumuman bahwa siapa saja yang dapat menangkap mereka berempat akan diberikan hadiah besar. Sebulan kemudian akhirnya Sang Perkebun ditangkap di daerah selatan, Sang Petani di daerah gunung, Sang Bangsawan di hutan dan terakhir Sang Pedagang di tangkap tak kala akan melarikan diri ke kerajaaan lain melalui  jalur laut.

***
         Seminggu kemudian tepatnya sehari sebelum Pemilihan Raja, Sang Nelayan dan Sang Jendral yang menyendiri pulang ke kerajaan untuk memperhatikan para pendukung mereka dan menghadap Sang Raja. Mereka lalu pergi ke istana untuk bertemu Sang Raja. Setelah selesai menemui Raja. Sang Nelayan dan Sang Jendral berpidato dihadapan pendukung-pendukungnya.
         “Kalian itu bodoh mengapa kalian bertengkar hanya demi mendukung calon Raja kalian, Kalian itu tolol kalian mau saling berbunuh-bunuhan demi kami, Kalian semua itu idiot, Ngapain kalian saling berperang hanya untuk menunjukkan dukungan kalian. Dasar bodoh, tolol dan kalian semua idiot! Mulai hari ini kami mundur sebagai Calon Raja.” Kata Sang Nelayan dan Sang Jendral dihadapan para pendukungnya.
         Setelah selesai berpidato mereka berdua keluar dari istana. Sang Nelayan lalu pergi ke Kerajaan lain untuk memulai hidup  yang baru di Negeri orang. Sedangakan Sang Jendral pergi  ke gunung dan menjadi pertapa.

TAMAT


Jambi, 23 Juni 2014

Rabu, 10 Juli 2013

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa dan yang Tidak Membatalkan Puasa

Langsung aja ya gan berikut ini adalah hal-hal yang membatalkan puasa:

  1. Makan dan minum dengan sengaja
  2. Jima' (bersenggama)
  3. Memasukkan makanan ke dalam perut
  4. Muntah dengan sengaja
  5. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman, atau sebab lainnya dengan sengaja. Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluarnya tanpa sengaja
  6. Keluarnya Haid dan Nifas
  7. Murtad
Sedangkan hal-hal yang tidak membatalkan puasa adalah sebagai berikut:
  1. Makan dan minum karena lupa, keliru (maksudnya, mengira sudah waktunya buka ternyata belum) atau terpaksa. Tidak wajib mengqodho’-nya ataupun membayar kafarat.
  2. Muntah tanpa disengaja.
  3. Mencium isteri, baik untuk orang yang telah tua maupun pemuda selama tidak sampai menyebabkan terjadinya jima’.(bersetubuh/merangsang)
  4. Mimpi basah di siang hari walaupun keluar air mani. Pas waktu tidurnya nggak sadar atau tidak sengaja
  5. Keluarnya air mani dengan sendirinya tanpa sengaja seperti orang yang sedang berkhayal lalu keluar (air mani).(ingat ini tidak sengaja)
  6. Mengakhirkan mandi janabat, haidh atau nifas dari malam hari hingga terbitnya fajar. Namun yang wajib adalah menyegerakannya untuk menunaikan shalat.
  7. Berkumur dan istinsyaq (menghirup air ke dalam rongga hidung) secara tidak berlebihan
  8. Menggunakan siwak kapan saja, dan yang semisal dengan siwak adalah sikat gigi dan pasta gigi, dengan syarat selama tidak masuk ke dalam perut. (berarti nggak boleh tertelan)
  9. Mencicipi makanan dengan syarat selama tidak ada sedikitpun yang masuk ke dalam perut.
  10. Bercelak dan meneteskan obat mata ke dalam mata atau telinga walaupun ia merasakan rasanya di tenggorokan.
  11. Suntikan (injeksi) selain injeksi nutrisi dalam berbagai jenisnya. Karena sesungguhnya, sekiranya injeksi tersebut sampai ke lambung, namun sampainya tidak melalui jalur (pencernaan) yang lazim/biasa.
  12. Menelan air ludah yang berlendir (dahak), dan segala (benda) yang tidak mungkin menghindar darinya, seperti debu, tepung atau selainnya (partikel-partikel kecil yang terhirup hingga masuk tenggorokan dan sampai perut
  13. Menggunakan obat-obatan yang tidak masuk ke dalam pencernaan seperti salep, celak mata, atau obat semprot (inhaler) bagi penderita asma.
  14. Gigi putus, atau keluarnya darah dari hidung (mimisan), mulut atau tempat lainnya.
  15. Mandi pada siang hari untuk menyejukkan diri dari kehausan, kepanasan atau selainnya.
  16. Menggunakan wewangian di siang hari pada bulan Ramadhan, baik dengan dupa, minyak maupun parfum.
  17. Apabila fajar telah terbit sedangkan gelas ada di tangannya, maka janganlah ia meletakkan-nya melainkan setelah ia menyelesaikan hajat-nya.
  18. Berbekam, “karena Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berbekam sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa.” 
  19. Tidur, selama tidak seharian penuh.
  20. Berenang, selama tidak meminum airnya.
Begitulah hal-hal yang membatalkan puasa dan hal-hal yang tidak membatalkan puasa. Semoga artikel ini bermanfaat.

Mumpung lagi bulan Ramadhan ane mohon maaf kalau banyak salah. mohon maaf lahir dan batin.

Sumber:

Sabtu, 20 April 2013

RS4: Mencontek Di Sekolah (drama)


Mencontek Di Sekolah (drama)
karya: Febrianiko Satria (Niko X7)

 (Panggung menggambarkan ruangan kelas yang masih kotor lengkap dengan kursi,meja,sapu,tong sampah dan serokan sampah. Sampah banyak berserakan dilantai)

Pada pagi hari, Lilis baru tiba disekolah. Dikelas masih tampak sepi karena masih sangat pagi, kelas juga masih sangat kotor lantaran siswa-siswi belum ada satupun yang piket kelas. Kebetulan hari ini yang piket adalah Lilis,Tia dan Ika.
Lilis: “ Ai masih sepi (menuju ke bangkunya)  O iya aku hari ini piket dak?.” ( menaruh tasnya ke meja lalu mengambil sapu setelah itu menyapu kelas)
Ika dan Tia lalu tiba. Mereka masih mengenakan tasnya. Mereka memperhatikan Lilis yang sedang piket kelas.
Ika: (tertawa) “Rajin-rajin yo piket.”
Lilis: (tersenyum) “ Iyolah aku kan anak yang rajin.”
Tia: (menatap Lilis) “Be parah kau nih, kau kan piket hari ini Ika.”
Ika: (menatap balik) Kau kan piket jugo.”
Lilis: (kesal) “Sudahlah, mending kalian batu aku sekarang.”

            Ika dan Tia lalu menaruh tas mereka ke kursi masing-masing lalu membantu Tia membersihkan kelas.

Setelah membersihkan kelas,mereka duduk-duduk sambil menggosip tentang One Direction.
Lilis: (memutar lagu One Direction berjudul Make You Beautifull dari handphonenya)
Tia: “Aku dengar-dengar One D akan vakum selama sepuluh tahun.”
Ika: (kaget) “Ah yang bener?.”
Tia: “Bener kemaren aku ngeliat di Internet.”
Lilis: “ Ah dak mungkin. Mereka aja baru liris album kedua.”
Mereka ternyata lupamengerjakan PR Kimia dari Bu Mawar karena keasyikan menggosip tentang One Direction. Tiba-tiba Ika teringat PR Kimia.
Ika: “Kalian sudah dak ngerjain PR kimia?”
Tia: “Yang mana?”
Ika: “Yang dibuku cetak tuh na. Kalian sudah dak?”
Lilis: “PR yang mano lagi tuh?”
Ika: “PR dibuku cetak.”
Tia: “Be bosan nian tiap hari ado PR. Pinjam PR kau Tia.”
Ika: (mengambil buku PR dari tasnya lalu menyerahkannya kepada Tia)”Ini.”
Tia: (mengambil  buku PRnya lau menyalin PR Ika) “Kau dak ngerjoin Lilis?”
Lilis: “Nanti ah males.”

Tidak lama kemudian datanglah Bu Mawar yang mengajar Kimia sekaligus wali kelasnya dengan membawa buku cetak Kimia,buku absen da lain-lain. Lilis lalu mematikan lagu dari Hpnya.
Bu Mawar: (duduk ke meja guru) “ Siapkan Ika.”
Ika: “Semua siap do’a mulai.”
Ika,Tia,Lilis dan Bu Mawar: ( Berdo’a)
Ika: “Semua siap beri salam!”
Ika,Tia dan Lilis: “Selamat pagi bu.”
Bu Mawar: “Selamat pagi juga.”
Lilis: (berbisik) “Pinjam PR kau Tia.”
Tia: “Eh ngapo dak dari tadi.” (Memberikan PR nya kepada Lilis)
Lilis: (menerima buku PR Lilis lalu menyalinnya)

            Tidak lama kemudian, Rio datang terburu-buru karena ia telat.
Lilis; “Oy Sudah siang nih. Kami mau balek lah lagi.”
Tia: “Iyo kami mau pulang.”
Rio: (cengengesan) “Baseng be, Ini be masih pagi.”
Bu Mawar:  “Kau kemano be Rio, Kau ngurusi bini yo di rumah?.”
Rio: “Nggak kok bu, Rio Cuma Ikaangan.”
Bu Mawar: “Makanya jangan tidur larut nian.”
Rio: “Iyo bu.”

Karena sudah hadir semua, bu Mawar ingin mengabsen anak-anak.
Bu Mawar: “Kita absen dulu. Lilis Sugandar.”
Lilis: (mengangkat tangan tetapi masih melihat buku) “Hadir.”
Bu Mawar: “Ika Wulandari.”
Ika: “Hadir.”
Bu Mawar: “Rio Adhiyaksa.”
Rio: (mengangkat tangan) “Hadir.”
Bu Mawar: “Tia Susanti.”
Tia: (mengangkat tangan) “Hadir.”

            Selesai mengabsen, Bu Mawar teringat kalau hari ini anak-anak ada PR. Bu Mawar juga ingin anak-anak ulangan harian.
Bu Mawar: “Mana PR kalian?.”
Lilis: (masih mengerjakan PR) “belum Bu, soalnyo susah nian.”
Rio: (mengerjakan PR terburu-buru)
Tia: “Iyo bu soalnyo susah nian.”
Bu Mawar; (bernada tinggi)” Sudahlaah kalian nyontek jugo kan.”
Ika: “Kok Ibu tau.”
Bu Mawar: “Iyolah tiap hari kayak gitu terus. Sudahlah hari ini kito ulangan.”
Ika: “Besok be bu hari Jum’at.”
Lilis: “Iyo bu besok be Bu.”
Bu Mawar: (marah) “Besok terus! Besok terus! Kemaren bilang besok! Sudahlah kito ulangan sekarang.”
Bu Mawar lalu memberikan kertas ulangan kepada anak-anak.
Bu Nunug: “Kerjakan di kertas ulangan. Kalau tidak muat tambah be dikertas lembar.”

            Lilis dan Tia mengerjakannya sambil ngepek buku cetak dan buku catatan. Hanya Rio dan Ika yang mengerjakannya secara jujur. (action: Tia dan Ika berbicara berbisik-bisik)
Lilis: “Elemen volta halaman berapa Tia?”
Tia: “118.”

            Rio yang tidak menghafal semalam jadi menyesal kenapa ia tidak belajar.
Rio: “Ay nyesal aku ngapo aku dak ngafal semalam.”

            Waktupun berlalu hingga akhirnya waktu ulangan habis. Anak-anak mengumpulkan kertas ulangan mereka.
***
            Hari ini adalah hari pertama ujian semester. Lilis dan teman-temannya ditempatkan diruang 9. Mereka hari ini ujian Fisika. Guru yang mengawasi mereka adalah Bu Mawar.
Bu Mawar: (berdiri dihadapan anak-anank) “Kalian jangan mencontek ataupun ngepek sedikitpun. Awas kalau kalian curang, nanti kertas kalian ibu tarik!.” (lalu membagikan kertas ujian)

            Anak-anak mengerjakan soal dengan pengawasan ketat dari Bu Mawar karena hari ini Bu Mawar tidak ingin kecolongan lagi. Bu Mawar mengawasi mereka dari meja guru.
Lilis dan Tia mengepek buku catatan Fisika karena mereka selama ini malas belajar. Sayangnya mereka ketahuan oleh Bu Mawar.
Lilis: (masih mengepek)
Bu Mawar: (berjalan ke meja Lilis) “Kau nih ngepek terus.” (mengambil kertas jawaban Lilis)
Lilis: “Ay buk.” (menjerit lalu mengambek)
Tia: (tampak seperti tidak peduli dan tetap terus mengepek)
Bu Mawar: (berjalan ke meja Tia lalu mengambil kertas jawaban Tia sambil marah-marah) “kau nih ikutan-ikutan pulak.” (kembali ke meja guru) Kalian semua jangan curang ketika ujian!.”
Waktu ujian selesai. Ika dan Rio mengumpulkan kertas jawaban mereka, lalu anak-anak meninggalkan ruang ujian.

***
Hari-hari ujian pun selesai. Ternyata Lilis remedial hampir semua mata pelajaran.

***
Dua minggu berikutnya, siswa-siswi menerima rapor dan orang tua mereka disuruh mengambil rapor.
Ketika  acara membagikan rapor selesai, Ibunya Lilis bernama Bu Riska harus ditahan dulu karena Bu Mawar ingin membicarakan masalah Lilis kepada bu Riska. (action: Bu Riska dan Bu Mawar berbicara pelan)
Bu Mawar: “Maaf bu ini tentang anak Ibu. Selama ini anak Ibu malas belajar disekolah dan malas mengerjakan tugas di sekolah. Kalaupun mau megerjakan tugas, ia mencontek punya temannya. Nilai-nilai anak Ibu juga banyak yang kosong. Jadi dengan terpaksa anak Ibu tinggal kelas.”
Bu Riska: “Mohon maaf bu atas ulah anak saya.”
Setelah selesai mereka berbicara, Bu Riska dan pulang kerumahnya bersama Lilis.
***
(Panggung menggambarkan sebuah ruangan yang terdiri dari beberapa kursi dan satu meja)
Sesampai dirumah, Bu Riska langsung memberikan rapor bayangan kepada Lilis.
Lilis: (terkejut) “Lho kok nilai Lilis banyak yang merah. Kok Lilis tinggal kelas?”
Bu Riska: (geram) “Itu semua gara-gara kamu malas belajar!”
Lilis: “Nggak kok bu, Lilis rajin kok belajar.”
Bu Riska: (mengambil beberapa kerats lembar dan buku-buku cetak Lilis lalau menandai soal dan diberikan kepada Lilis) “Kerjakan semua yang Ibu tandai.”
Lilis: “Baik bu.”

            Bu Riska meninggalkan ruangan menuju dapur untuk memasak.
Adiknya Lilis yang bernama Nadia memasuki ruangan. Ia lalu duduk disamping Lilis.
Nadia: “Lagi ngapain kak?”
Lilis: “Ini lagi ngerjain tugas dari Ibu, tapi soalnya susah banget.”
Nadia: “Ngapain belajar lagi. Orang lagi liburan?”
Lilis: “Ini kalau gak perintah Ibu gak kakak kerjain.”
Nadia: “Coba Nadia kerjakan.” (Mengambil salah satu buku cetak Lilis dan beberapa kertas lembar lalu mengerjakan soal Lilis) “Begini kak caranya coba perhatikan.”
Lilis: (melihat apa yang dikerjakan Lilis) “Oh begitu caranya ternyata mudah banget. Terima kasih Nadia.”
Nadia: “Sama-sama kak.” (meninggalakan ruangan)
Lilis: “Nyesal aku selama ini malas belajar, Akhirnya aku jadi tinggal kelas. Meleset, kusut-kusut .”

            Sejak saat itu Lilis mulai rajin belajar dan tidak mengulangi perbuatannya yang telah lalu.

TAMAT


Jambi, 23 November 2012 - 20 April 2013.

Cerpen RS5: Ketika Play Girl Benar-Benar Jatuh Cinta (versi Blog)


Ketika PlayGirl Benar-Benar Jatuh Cinta
Karya: Febrianiko Satria

Pagi hari dilorong gotong royong

Biasalah hari ini merupakan hari yang sibuk buat Dina. Dina mesti mengurusi seabrek kerjaan rumah Siti. Sebenarnya Dina cuma numpang tinggal disini. Karena rumahnya sendiri bertempat di daerah Pal 10, jadi agar dekat dengan sekolahnya dia mesti tinggal di rumah Siti yang tidak lain adalah kakaknya sendiri.
Ia bersekolah di SMA Nusa Sakti yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Ia pergi menggunakan motor matic, Sebenarnya sih jarak sekolah Dina itu dekat, selangkah aja langsung nyampe, karena ngikut-ngikut temannya aja dia make motor.

Sampai di sekolah Dina langsung diserbu teman-temannya yang males banget buat PR (dasar anak-anak jaman sekarang) mereka berebutan minjam PR Dina.
“Na, pinjam PR Bahasa Inggris kau?” Pinta teman sebangkunya yakni Tina.
“Pinjam PR kau Dina.” Pinta Rio.
“Aku pinjam PR kau yo Dina.” Pinta Lina dengan muka manis yang sangat dipaksakan.
“Enak be kamu nih. Kan aku duluan yag minjam.” Kata Tina marah-marah.

Dina mengeluarkan buku PR nya dan langsung direbut sama anak-anak. Gaya mereka persis seperti ikan piranha yang baru aja ketemu daging buat makanannya.

Sementara teman-temannya sibuk mengerubungi PR Dina. Tiba-tiba HP Dina bergetar, tandanya ada sms masuk.
Ina yang kebetulan sudah selesai nyontek (cepat juga tuh anak). Langsung menggoda Dina. “See. Yang baru dapet sms.”
“Apo dia kau nih.” Kata Dina sembari mengeluarkan Hpnya.
“Dari siapa tu?”
 “Mau tau aja atau mau tau banget.”
“Ciyuslah.”
“Miapah.”
“Mie ayam satu, mie goreng satu gak pake lama.”
“emangnya aku penjual makanan?”
“Ya udah cepet kasih tau.”
“Iya ini dari Adit.”
“Cieee dari yayang Adit anak IS2. Kan?”
“Kepo amat, Hadeeh.”
Adit anak kelas XI IS 2 itunaksir berat sama Dina yang wajahnya cantik. Isi smsnyapun Cuma: ”Pagi”. Keliatan dia cuma mo ngegodain Dina. Ya akhirnya cuma jadi daftar aja sama seperti cowok lain yang ngincer Dina.
Bu Nunung yang mengajar jam pertama langsung masuk dan menangkap basah anak-anak yang sedang asyik nyontek.
***
Dikamarnya Dina, ia sedang tidur cantik sambil ditemani lagu-lagu K-pop dari BBnya. Akhirnya terdengar dering sms masuk dari BBnya.  Itu adalah sms dari Tina yang isinnya mau ngajak Dina nonton konser Sm*sh di salah satu pusat perbelanjaan. Dina pun setuju lalu bersiap setelah itu langsung pergi ke konser Sm*sh.

Sesampai disana ternyata suasana sudah penuh sesak dengan pengunjung. Panasnya minta ampun seperti gurun sahara. Mesti begitu masih sempat juga ada cowok yang memanfaatkan kesempatan ini buat mencari cewek seperti Deni yang sudah berpakaian cukup keren. Ketika melihat Dina ia lalu ngajak kenalan terus tukaran nomor HP dan seterusnya. Setelah semuanya ia lalu ngajak makan cuma konser memang baru dimulai. Jadi mereka harus betah dulu disitu.
***

Singkat cerita lama kelamaan Dina langsung jadian sama Deni walaupun dia sebenarnya juga udah jadian sama Rendi. Tapi ngeliat bawaannya (motor) adalah Ninja jadi dia nerima aja. Apalagi Deni itu anak orang kaya. Minimal bisa dikuraslah kantong Deni.

Gak berhenti dari disitu ia jadian lagi sama Adit yang selama ini ngincer dia disekolahan dilanjutkan dengan Bobi,Toni dan masih banyak lagi. Rata-rata mereka anak orang kaya semua.

Enggak lama ia pacaran sama si Deni ia langsung putus sama Deni karena Deni sudah nggak punya bawaan lagi lantaran motornya dijual plus usaha kedua orang tua Deni yakni Supermarket bangkrut. Awalnya Deni nggak rela melepaskan Dina.
“Kita putus aja ya yang.” Sms Dina
“Jangan dulu dong yang. Kok yayang sekarang begitu.” Bales Deni
“Aku sudah naksir sama yang lain. Maaf ya yang.”
“Tapi yang?”
“Pokoknya kita putus. Titik!”
Setelah membaca sms dari Dina, Deni langsung membanting BB senternya dan menginjaknya berkali-kali.
“Sialan tuh cewek Cuma manfaatin aku doang.” Kata Deni dengan kesalnya.

Boleh dibilang, sebenarnya kenyataannya, semua pacar Dina dilakuin begitu. Seperti  Toni Bobi dan lain-lain diputusin dengan cara yang gila seperti itu. Untungnya Adit diputusin sewaktu mereka nggak sengaja ketemuan disekolah dengan cara baik-baik. Walau begitu tetap aja kan Adit sakit hati.
Terakhir Dina jadian lagi dengan Dodi yang merupakan anak yang biasa-biasa aja,memiliki tubuh yang kekar karena sudah biasa kerja berat dan tinggal di daerah Legok.Mereka sempat jadian sebulan. Seperti mantan-mantan Dina yang lain, Si Dodi dimanfaatin habis-habisan. Hingga akhirnya Dodi marah (kasihan juga dia) dan memutuskan Dina.

“Hubungan kita sampai disini aja.” Kata Dodi.
Mendengar kata-kata Dodi, Dina langsung kecewa tanpa disadarinya ia malah suka sama Dodi.
“Jangan dong beb.” Pinta Dina.
“Aku nggak mau jadian sama kamu. Kamu cuma ngabisin kantongku saja. Pokoknya kita putus. “Kata Dodi dan langsung meninggalkan Dina sendirian.
Setelah saat itu Dina mulai merubah sikap dan tingkah lakunya yang busuk itu. Ia juga berusaha untuk mendapatkan kembali cintanya Dodi. Awalnya sangat susah karena Dodi masih sangat sakit hati. Namun lama kelamaan Dodi mau nerima Dina.

Akhirnya mereka balikan lagi

Setelah enam bulan pacaran dan mereka lulus sekolah, ditambah mereka sudah mempunyai pekerjaan masing-masing. Mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia.

SELESAI


Catatan: Cerpen Ketrika PlayGirl Benar-Benar Jatuh Cinta (versi Koran) pernah dimuat di Koran Jambi Ekspres Minggu edisi 24 Maret 2013