Rabu, 10 Juli 2013

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa dan yang Tidak Membatalkan Puasa

Langsung aja ya gan berikut ini adalah hal-hal yang membatalkan puasa:

  1. Makan dan minum dengan sengaja
  2. Jima' (bersenggama)
  3. Memasukkan makanan ke dalam perut
  4. Muntah dengan sengaja
  5. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman, atau sebab lainnya dengan sengaja. Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluarnya tanpa sengaja
  6. Keluarnya Haid dan Nifas
  7. Murtad
Sedangkan hal-hal yang tidak membatalkan puasa adalah sebagai berikut:
  1. Makan dan minum karena lupa, keliru (maksudnya, mengira sudah waktunya buka ternyata belum) atau terpaksa. Tidak wajib mengqodho’-nya ataupun membayar kafarat.
  2. Muntah tanpa disengaja.
  3. Mencium isteri, baik untuk orang yang telah tua maupun pemuda selama tidak sampai menyebabkan terjadinya jima’.(bersetubuh/merangsang)
  4. Mimpi basah di siang hari walaupun keluar air mani. Pas waktu tidurnya nggak sadar atau tidak sengaja
  5. Keluarnya air mani dengan sendirinya tanpa sengaja seperti orang yang sedang berkhayal lalu keluar (air mani).(ingat ini tidak sengaja)
  6. Mengakhirkan mandi janabat, haidh atau nifas dari malam hari hingga terbitnya fajar. Namun yang wajib adalah menyegerakannya untuk menunaikan shalat.
  7. Berkumur dan istinsyaq (menghirup air ke dalam rongga hidung) secara tidak berlebihan
  8. Menggunakan siwak kapan saja, dan yang semisal dengan siwak adalah sikat gigi dan pasta gigi, dengan syarat selama tidak masuk ke dalam perut. (berarti nggak boleh tertelan)
  9. Mencicipi makanan dengan syarat selama tidak ada sedikitpun yang masuk ke dalam perut.
  10. Bercelak dan meneteskan obat mata ke dalam mata atau telinga walaupun ia merasakan rasanya di tenggorokan.
  11. Suntikan (injeksi) selain injeksi nutrisi dalam berbagai jenisnya. Karena sesungguhnya, sekiranya injeksi tersebut sampai ke lambung, namun sampainya tidak melalui jalur (pencernaan) yang lazim/biasa.
  12. Menelan air ludah yang berlendir (dahak), dan segala (benda) yang tidak mungkin menghindar darinya, seperti debu, tepung atau selainnya (partikel-partikel kecil yang terhirup hingga masuk tenggorokan dan sampai perut
  13. Menggunakan obat-obatan yang tidak masuk ke dalam pencernaan seperti salep, celak mata, atau obat semprot (inhaler) bagi penderita asma.
  14. Gigi putus, atau keluarnya darah dari hidung (mimisan), mulut atau tempat lainnya.
  15. Mandi pada siang hari untuk menyejukkan diri dari kehausan, kepanasan atau selainnya.
  16. Menggunakan wewangian di siang hari pada bulan Ramadhan, baik dengan dupa, minyak maupun parfum.
  17. Apabila fajar telah terbit sedangkan gelas ada di tangannya, maka janganlah ia meletakkan-nya melainkan setelah ia menyelesaikan hajat-nya.
  18. Berbekam, “karena Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berbekam sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa.” 
  19. Tidur, selama tidak seharian penuh.
  20. Berenang, selama tidak meminum airnya.
Begitulah hal-hal yang membatalkan puasa dan hal-hal yang tidak membatalkan puasa. Semoga artikel ini bermanfaat.

Mumpung lagi bulan Ramadhan ane mohon maaf kalau banyak salah. mohon maaf lahir dan batin.

Sumber:

Sabtu, 20 April 2013

RS4: Mencontek Di Sekolah (drama)


Mencontek Di Sekolah (drama)
karya: Febrianiko Satria (Niko X7)

 (Panggung menggambarkan ruangan kelas yang masih kotor lengkap dengan kursi,meja,sapu,tong sampah dan serokan sampah. Sampah banyak berserakan dilantai)

Pada pagi hari, Lilis baru tiba disekolah. Dikelas masih tampak sepi karena masih sangat pagi, kelas juga masih sangat kotor lantaran siswa-siswi belum ada satupun yang piket kelas. Kebetulan hari ini yang piket adalah Lilis,Tia dan Ika.
Lilis: “ Ai masih sepi (menuju ke bangkunya)  O iya aku hari ini piket dak?.” ( menaruh tasnya ke meja lalu mengambil sapu setelah itu menyapu kelas)
Ika dan Tia lalu tiba. Mereka masih mengenakan tasnya. Mereka memperhatikan Lilis yang sedang piket kelas.
Ika: (tertawa) “Rajin-rajin yo piket.”
Lilis: (tersenyum) “ Iyolah aku kan anak yang rajin.”
Tia: (menatap Lilis) “Be parah kau nih, kau kan piket hari ini Ika.”
Ika: (menatap balik) Kau kan piket jugo.”
Lilis: (kesal) “Sudahlah, mending kalian batu aku sekarang.”

            Ika dan Tia lalu menaruh tas mereka ke kursi masing-masing lalu membantu Tia membersihkan kelas.

Setelah membersihkan kelas,mereka duduk-duduk sambil menggosip tentang One Direction.
Lilis: (memutar lagu One Direction berjudul Make You Beautifull dari handphonenya)
Tia: “Aku dengar-dengar One D akan vakum selama sepuluh tahun.”
Ika: (kaget) “Ah yang bener?.”
Tia: “Bener kemaren aku ngeliat di Internet.”
Lilis: “ Ah dak mungkin. Mereka aja baru liris album kedua.”
Mereka ternyata lupamengerjakan PR Kimia dari Bu Mawar karena keasyikan menggosip tentang One Direction. Tiba-tiba Ika teringat PR Kimia.
Ika: “Kalian sudah dak ngerjain PR kimia?”
Tia: “Yang mana?”
Ika: “Yang dibuku cetak tuh na. Kalian sudah dak?”
Lilis: “PR yang mano lagi tuh?”
Ika: “PR dibuku cetak.”
Tia: “Be bosan nian tiap hari ado PR. Pinjam PR kau Tia.”
Ika: (mengambil buku PR dari tasnya lalu menyerahkannya kepada Tia)”Ini.”
Tia: (mengambil  buku PRnya lau menyalin PR Ika) “Kau dak ngerjoin Lilis?”
Lilis: “Nanti ah males.”

Tidak lama kemudian datanglah Bu Mawar yang mengajar Kimia sekaligus wali kelasnya dengan membawa buku cetak Kimia,buku absen da lain-lain. Lilis lalu mematikan lagu dari Hpnya.
Bu Mawar: (duduk ke meja guru) “ Siapkan Ika.”
Ika: “Semua siap do’a mulai.”
Ika,Tia,Lilis dan Bu Mawar: ( Berdo’a)
Ika: “Semua siap beri salam!”
Ika,Tia dan Lilis: “Selamat pagi bu.”
Bu Mawar: “Selamat pagi juga.”
Lilis: (berbisik) “Pinjam PR kau Tia.”
Tia: “Eh ngapo dak dari tadi.” (Memberikan PR nya kepada Lilis)
Lilis: (menerima buku PR Lilis lalu menyalinnya)

            Tidak lama kemudian, Rio datang terburu-buru karena ia telat.
Lilis; “Oy Sudah siang nih. Kami mau balek lah lagi.”
Tia: “Iyo kami mau pulang.”
Rio: (cengengesan) “Baseng be, Ini be masih pagi.”
Bu Mawar:  “Kau kemano be Rio, Kau ngurusi bini yo di rumah?.”
Rio: “Nggak kok bu, Rio Cuma Ikaangan.”
Bu Mawar: “Makanya jangan tidur larut nian.”
Rio: “Iyo bu.”

Karena sudah hadir semua, bu Mawar ingin mengabsen anak-anak.
Bu Mawar: “Kita absen dulu. Lilis Sugandar.”
Lilis: (mengangkat tangan tetapi masih melihat buku) “Hadir.”
Bu Mawar: “Ika Wulandari.”
Ika: “Hadir.”
Bu Mawar: “Rio Adhiyaksa.”
Rio: (mengangkat tangan) “Hadir.”
Bu Mawar: “Tia Susanti.”
Tia: (mengangkat tangan) “Hadir.”

            Selesai mengabsen, Bu Mawar teringat kalau hari ini anak-anak ada PR. Bu Mawar juga ingin anak-anak ulangan harian.
Bu Mawar: “Mana PR kalian?.”
Lilis: (masih mengerjakan PR) “belum Bu, soalnyo susah nian.”
Rio: (mengerjakan PR terburu-buru)
Tia: “Iyo bu soalnyo susah nian.”
Bu Mawar; (bernada tinggi)” Sudahlaah kalian nyontek jugo kan.”
Ika: “Kok Ibu tau.”
Bu Mawar: “Iyolah tiap hari kayak gitu terus. Sudahlah hari ini kito ulangan.”
Ika: “Besok be bu hari Jum’at.”
Lilis: “Iyo bu besok be Bu.”
Bu Mawar: (marah) “Besok terus! Besok terus! Kemaren bilang besok! Sudahlah kito ulangan sekarang.”
Bu Mawar lalu memberikan kertas ulangan kepada anak-anak.
Bu Nunug: “Kerjakan di kertas ulangan. Kalau tidak muat tambah be dikertas lembar.”

            Lilis dan Tia mengerjakannya sambil ngepek buku cetak dan buku catatan. Hanya Rio dan Ika yang mengerjakannya secara jujur. (action: Tia dan Ika berbicara berbisik-bisik)
Lilis: “Elemen volta halaman berapa Tia?”
Tia: “118.”

            Rio yang tidak menghafal semalam jadi menyesal kenapa ia tidak belajar.
Rio: “Ay nyesal aku ngapo aku dak ngafal semalam.”

            Waktupun berlalu hingga akhirnya waktu ulangan habis. Anak-anak mengumpulkan kertas ulangan mereka.
***
            Hari ini adalah hari pertama ujian semester. Lilis dan teman-temannya ditempatkan diruang 9. Mereka hari ini ujian Fisika. Guru yang mengawasi mereka adalah Bu Mawar.
Bu Mawar: (berdiri dihadapan anak-anank) “Kalian jangan mencontek ataupun ngepek sedikitpun. Awas kalau kalian curang, nanti kertas kalian ibu tarik!.” (lalu membagikan kertas ujian)

            Anak-anak mengerjakan soal dengan pengawasan ketat dari Bu Mawar karena hari ini Bu Mawar tidak ingin kecolongan lagi. Bu Mawar mengawasi mereka dari meja guru.
Lilis dan Tia mengepek buku catatan Fisika karena mereka selama ini malas belajar. Sayangnya mereka ketahuan oleh Bu Mawar.
Lilis: (masih mengepek)
Bu Mawar: (berjalan ke meja Lilis) “Kau nih ngepek terus.” (mengambil kertas jawaban Lilis)
Lilis: “Ay buk.” (menjerit lalu mengambek)
Tia: (tampak seperti tidak peduli dan tetap terus mengepek)
Bu Mawar: (berjalan ke meja Tia lalu mengambil kertas jawaban Tia sambil marah-marah) “kau nih ikutan-ikutan pulak.” (kembali ke meja guru) Kalian semua jangan curang ketika ujian!.”
Waktu ujian selesai. Ika dan Rio mengumpulkan kertas jawaban mereka, lalu anak-anak meninggalkan ruang ujian.

***
Hari-hari ujian pun selesai. Ternyata Lilis remedial hampir semua mata pelajaran.

***
Dua minggu berikutnya, siswa-siswi menerima rapor dan orang tua mereka disuruh mengambil rapor.
Ketika  acara membagikan rapor selesai, Ibunya Lilis bernama Bu Riska harus ditahan dulu karena Bu Mawar ingin membicarakan masalah Lilis kepada bu Riska. (action: Bu Riska dan Bu Mawar berbicara pelan)
Bu Mawar: “Maaf bu ini tentang anak Ibu. Selama ini anak Ibu malas belajar disekolah dan malas mengerjakan tugas di sekolah. Kalaupun mau megerjakan tugas, ia mencontek punya temannya. Nilai-nilai anak Ibu juga banyak yang kosong. Jadi dengan terpaksa anak Ibu tinggal kelas.”
Bu Riska: “Mohon maaf bu atas ulah anak saya.”
Setelah selesai mereka berbicara, Bu Riska dan pulang kerumahnya bersama Lilis.
***
(Panggung menggambarkan sebuah ruangan yang terdiri dari beberapa kursi dan satu meja)
Sesampai dirumah, Bu Riska langsung memberikan rapor bayangan kepada Lilis.
Lilis: (terkejut) “Lho kok nilai Lilis banyak yang merah. Kok Lilis tinggal kelas?”
Bu Riska: (geram) “Itu semua gara-gara kamu malas belajar!”
Lilis: “Nggak kok bu, Lilis rajin kok belajar.”
Bu Riska: (mengambil beberapa kerats lembar dan buku-buku cetak Lilis lalau menandai soal dan diberikan kepada Lilis) “Kerjakan semua yang Ibu tandai.”
Lilis: “Baik bu.”

            Bu Riska meninggalkan ruangan menuju dapur untuk memasak.
Adiknya Lilis yang bernama Nadia memasuki ruangan. Ia lalu duduk disamping Lilis.
Nadia: “Lagi ngapain kak?”
Lilis: “Ini lagi ngerjain tugas dari Ibu, tapi soalnya susah banget.”
Nadia: “Ngapain belajar lagi. Orang lagi liburan?”
Lilis: “Ini kalau gak perintah Ibu gak kakak kerjain.”
Nadia: “Coba Nadia kerjakan.” (Mengambil salah satu buku cetak Lilis dan beberapa kertas lembar lalu mengerjakan soal Lilis) “Begini kak caranya coba perhatikan.”
Lilis: (melihat apa yang dikerjakan Lilis) “Oh begitu caranya ternyata mudah banget. Terima kasih Nadia.”
Nadia: “Sama-sama kak.” (meninggalakan ruangan)
Lilis: “Nyesal aku selama ini malas belajar, Akhirnya aku jadi tinggal kelas. Meleset, kusut-kusut .”

            Sejak saat itu Lilis mulai rajin belajar dan tidak mengulangi perbuatannya yang telah lalu.

TAMAT


Jambi, 23 November 2012 - 20 April 2013.

Cerpen RS5: Ketika Play Girl Benar-Benar Jatuh Cinta (versi Blog)


Ketika PlayGirl Benar-Benar Jatuh Cinta
Karya: Febrianiko Satria

Pagi hari dilorong gotong royong

Biasalah hari ini merupakan hari yang sibuk buat Dina. Dina mesti mengurusi seabrek kerjaan rumah Siti. Sebenarnya Dina cuma numpang tinggal disini. Karena rumahnya sendiri bertempat di daerah Pal 10, jadi agar dekat dengan sekolahnya dia mesti tinggal di rumah Siti yang tidak lain adalah kakaknya sendiri.
Ia bersekolah di SMA Nusa Sakti yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Ia pergi menggunakan motor matic, Sebenarnya sih jarak sekolah Dina itu dekat, selangkah aja langsung nyampe, karena ngikut-ngikut temannya aja dia make motor.

Sampai di sekolah Dina langsung diserbu teman-temannya yang males banget buat PR (dasar anak-anak jaman sekarang) mereka berebutan minjam PR Dina.
“Na, pinjam PR Bahasa Inggris kau?” Pinta teman sebangkunya yakni Tina.
“Pinjam PR kau Dina.” Pinta Rio.
“Aku pinjam PR kau yo Dina.” Pinta Lina dengan muka manis yang sangat dipaksakan.
“Enak be kamu nih. Kan aku duluan yag minjam.” Kata Tina marah-marah.

Dina mengeluarkan buku PR nya dan langsung direbut sama anak-anak. Gaya mereka persis seperti ikan piranha yang baru aja ketemu daging buat makanannya.

Sementara teman-temannya sibuk mengerubungi PR Dina. Tiba-tiba HP Dina bergetar, tandanya ada sms masuk.
Ina yang kebetulan sudah selesai nyontek (cepat juga tuh anak). Langsung menggoda Dina. “See. Yang baru dapet sms.”
“Apo dia kau nih.” Kata Dina sembari mengeluarkan Hpnya.
“Dari siapa tu?”
 “Mau tau aja atau mau tau banget.”
“Ciyuslah.”
“Miapah.”
“Mie ayam satu, mie goreng satu gak pake lama.”
“emangnya aku penjual makanan?”
“Ya udah cepet kasih tau.”
“Iya ini dari Adit.”
“Cieee dari yayang Adit anak IS2. Kan?”
“Kepo amat, Hadeeh.”
Adit anak kelas XI IS 2 itunaksir berat sama Dina yang wajahnya cantik. Isi smsnyapun Cuma: ”Pagi”. Keliatan dia cuma mo ngegodain Dina. Ya akhirnya cuma jadi daftar aja sama seperti cowok lain yang ngincer Dina.
Bu Nunung yang mengajar jam pertama langsung masuk dan menangkap basah anak-anak yang sedang asyik nyontek.
***
Dikamarnya Dina, ia sedang tidur cantik sambil ditemani lagu-lagu K-pop dari BBnya. Akhirnya terdengar dering sms masuk dari BBnya.  Itu adalah sms dari Tina yang isinnya mau ngajak Dina nonton konser Sm*sh di salah satu pusat perbelanjaan. Dina pun setuju lalu bersiap setelah itu langsung pergi ke konser Sm*sh.

Sesampai disana ternyata suasana sudah penuh sesak dengan pengunjung. Panasnya minta ampun seperti gurun sahara. Mesti begitu masih sempat juga ada cowok yang memanfaatkan kesempatan ini buat mencari cewek seperti Deni yang sudah berpakaian cukup keren. Ketika melihat Dina ia lalu ngajak kenalan terus tukaran nomor HP dan seterusnya. Setelah semuanya ia lalu ngajak makan cuma konser memang baru dimulai. Jadi mereka harus betah dulu disitu.
***

Singkat cerita lama kelamaan Dina langsung jadian sama Deni walaupun dia sebenarnya juga udah jadian sama Rendi. Tapi ngeliat bawaannya (motor) adalah Ninja jadi dia nerima aja. Apalagi Deni itu anak orang kaya. Minimal bisa dikuraslah kantong Deni.

Gak berhenti dari disitu ia jadian lagi sama Adit yang selama ini ngincer dia disekolahan dilanjutkan dengan Bobi,Toni dan masih banyak lagi. Rata-rata mereka anak orang kaya semua.

Enggak lama ia pacaran sama si Deni ia langsung putus sama Deni karena Deni sudah nggak punya bawaan lagi lantaran motornya dijual plus usaha kedua orang tua Deni yakni Supermarket bangkrut. Awalnya Deni nggak rela melepaskan Dina.
“Kita putus aja ya yang.” Sms Dina
“Jangan dulu dong yang. Kok yayang sekarang begitu.” Bales Deni
“Aku sudah naksir sama yang lain. Maaf ya yang.”
“Tapi yang?”
“Pokoknya kita putus. Titik!”
Setelah membaca sms dari Dina, Deni langsung membanting BB senternya dan menginjaknya berkali-kali.
“Sialan tuh cewek Cuma manfaatin aku doang.” Kata Deni dengan kesalnya.

Boleh dibilang, sebenarnya kenyataannya, semua pacar Dina dilakuin begitu. Seperti  Toni Bobi dan lain-lain diputusin dengan cara yang gila seperti itu. Untungnya Adit diputusin sewaktu mereka nggak sengaja ketemuan disekolah dengan cara baik-baik. Walau begitu tetap aja kan Adit sakit hati.
Terakhir Dina jadian lagi dengan Dodi yang merupakan anak yang biasa-biasa aja,memiliki tubuh yang kekar karena sudah biasa kerja berat dan tinggal di daerah Legok.Mereka sempat jadian sebulan. Seperti mantan-mantan Dina yang lain, Si Dodi dimanfaatin habis-habisan. Hingga akhirnya Dodi marah (kasihan juga dia) dan memutuskan Dina.

“Hubungan kita sampai disini aja.” Kata Dodi.
Mendengar kata-kata Dodi, Dina langsung kecewa tanpa disadarinya ia malah suka sama Dodi.
“Jangan dong beb.” Pinta Dina.
“Aku nggak mau jadian sama kamu. Kamu cuma ngabisin kantongku saja. Pokoknya kita putus. “Kata Dodi dan langsung meninggalkan Dina sendirian.
Setelah saat itu Dina mulai merubah sikap dan tingkah lakunya yang busuk itu. Ia juga berusaha untuk mendapatkan kembali cintanya Dodi. Awalnya sangat susah karena Dodi masih sangat sakit hati. Namun lama kelamaan Dodi mau nerima Dina.

Akhirnya mereka balikan lagi

Setelah enam bulan pacaran dan mereka lulus sekolah, ditambah mereka sudah mempunyai pekerjaan masing-masing. Mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia.

SELESAI


Catatan: Cerpen Ketrika PlayGirl Benar-Benar Jatuh Cinta (versi Koran) pernah dimuat di Koran Jambi Ekspres Minggu edisi 24 Maret 2013

Sabtu, 05 Januari 2013

Akun Twitterku

Assalamu Alaikum wr wb
Selamat malam
Mungkin teman-teman di Twitter sering menemukan akun @nikox7 . Namun perlu diketahui bahwa akun tersebut bukan milik saya,melainkan adalah akun milik seorang anak laki-laki yang tidak saya kenal.

Akun Twitter resmi saya adalah @FebrianikoS dan menggunakan nama asli tanpa menggunakan nama samaran yang saya biasa pakai di Internet.

mohon maaf bila ada salah kata
Wassalamu Alaikum wr wb

Sabtu, 22 Desember 2012

New Perang Kentut Di Sekolah


New Perang Kentut Di Sekolah
Karya: Febrianiko Satria

Pada Suatu hari di sekolah. Ria,Kiki dan Puji sedang membicarakan tentang boyband Super Junior di kelas. Tiba-tiba Arif datang lalu kentut di hadapan mereka. Buut.

Terus terang aja tuh kentut Arif itu bau banget. Jadi jangan heran kalau Puji, Ria sama Kiki langsung tutup hidung

“Parah banget lo Rif. Masa baru datang sudah kentut. Gak tahu malu!.” Gerutu Ria
“Memangnya siapa yang kentut?.” Tanya Arif
“Kau yang kentut rif.” Sambung Kiki.
“Oh. Yang penting kentutku unyu kan?.” Tanya Arif
“Idih amit-amit.” Kata Ria.

Lagi ngasik ngomong. Tahu-tahu si Bayu datang dengan lalu kentut dengan cueknya. Ketiga cewek ini mesti nutup hidung mereka lagi.

“Hebat kau yu. So dulu.” Kata Arif
Bayu lalu tos-tosan sama Arif.
“banggalah tuh.” Ejek Ria
“biarin yang penting kami bisa kentut. Daripada kalian, kentut aja susah.” Ejek Arif balik
“Nih makan kentutku.” Kata  Ria dengan wajah kesal. Buuut.

Akhirnya kedua kelompok ini malah jadi saling kentut. Puji yang nggak ikutan langsung meninggalkan kelas daripada nyium kentut mereka yang bau banget. Kira-kira kentut mereka mirip bau kotoran kambing yang masih anget-anget.

Sandi yang ngeliatin aja mereka dari tadi langsung  ikut gabung disusul sama Haris. Ternyata kentut mereka juga gak kalah baunya.
Buut, kentut Sandi menambah bau tidak nyaman dikelasnya. “Ayo aku sudah mulai nih. Giliran kalian yang cewek-cewek.” Kata Sandi.
“Makan nih.” Buut keluarlah kentut Kiki yang baunya minta ampun.

Kelaspun akhirnya dipenuhi bau kentut dan berhasil mengusir Bu Rani untuk mengajar mereka saat itu.
"Parah kelas kalian nih. Bau  sekali kentut kalian." Gerutu Bu Rani. "Ibu mau ke kantor sampai kalian berhenti kentut."

Bu Rani pergi meninggalkan kelas mereka. Sedangkan suasana kelas penuh suara kentut beserta baunya.
Sementara itu mereka semua sibuk kentut lalu pada akhirnya malah berubah jadi perang kentut.

Setelah cukup lama akhirnya jatuhlah korban pertama dari kubu cowok yaitu Bayu. Bayu pun digotong sama Evi lalu dibawa ke UKS.

Mereka kelihatan senang dengan perang kentut yang mereka lakukan. Tapi ada juga lho yang tidak senang, Aldi contohnya sejak kemarin dia sakit perut dan kini ia harus menambah penderitaannya dengan mencium bau kentut dari mereka.

Karena sangat kesal ia pun berniat untuk menghentikan mereka.
"Sialan kalian ini. Kalian tahu gak aku sudah sakit perut dari kemarin." Gerutu Aldi.
Sayangnya Aldi dikacangin  sama mereka semua. Aldi pun kesal dan menunjukkan kentutnya
"Makan nih kentutku."
Buut Buut . Keluarlah kentut Aldi yang hanya bersuara kecil.
"Sombong ya kau di padahal suara kentutmu kecil." Remeh Haris "Tapi kok baunya seperti bau tumpukan bangkai. Buuuwek." Katanya lalu muntah.

Kentut Aldi yang dampaknya seperti bom atom Hirooshima dan Nagasaki patut diancungi dua jempol. Buktinya semua pasukan kentut baik dari kubu cowok maupun kubu cewek pingsan semua. Hahaha
"Makanya jangan suka mengganggu orang." Kata Aldo lalu membuka jendela untuk mengusir bau.

Bu Rani kembali ke kelas beserta Puji. Mereka terkejut melihat anak-anak banyak yang pingsan
"Lho kok anak-anak ini yang kentut tadi pingsan semua?." Kata Puji dan Bu Rani yang bingung melihat anak-anak yang pingsan.


Perbarui Terakhir: 2 September 2012 

Baca juga versi sebelumnya klik disini