Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Panggung Khimeira

Gambar
Aku tidak mengerti kenapa kita harus terus bertarung satu dengan yang lain. Aku juga tidak mengerti mengapa kita tidak pernah ditakdirkan untuk hidup rukun? Apakah kita akan terus seperti ini? Sementara kita berasal dari leluhur yang sama. Sama-sama berasal dari manusia. (gambar oleh Noveliza Febrieka sumber: gemulun.com) Aku tidak pernah tahu bagaimana menyatukannnya. Semenjak penelitian pergabungan DNA manusia dan hewan terjadi beribu tahun yang lalu. Keadaan berubah menjadi buruk begitu cepat. Nenekku selalu berkata disetiap dongeng-dongeng yang selalu dituturkannya, bahwa manusia yang pertama melakukan pergabungan DNA hewan dan manusia memiliki tujuan untuk menyatukan dua dunia yang begitu berbeda jauh.  Kini ketika dua dunia menjadi satu dan membentuk kami – khimeira. Semula ada perdamaian diantara khimeira. Namun, sejak ilmuwan itu meninggal kami mulai mengambil jalan hidup kami masing-masing. Khimeira babi memilih untuk hidup sendirian di hutan belantara. Sedangk...

MENUJU TANAH YANG DIJANJIKAN

Gambar
Karya: Febrianiko Satria Sumber gambar: https://pixabay.com/images/id-1366926/ Aku tidak tahu alasan apa yang membuat dia teguh untuk memperjuangkan hal ini. Entah karena dia ingin bebas dari berbagai penderitaan di tanah kelahiran kami ataupun justru karena dia hanya ingin bertualang untuk mencari tanah baru, gedung-gedung baru ataupun pelabuhan yang baru.  Jika hanya itu yang ingin dilakukannya kenapa dia harus mengajak banyak orang hingga memenuhi 2 kapal pelarian kami ini. Aku tidak mengerti sama sekali apa yang dia inginkan. Hal yang kuketahui dia adalah orang yang harus kutemani mungkin karena alasan kasihan melihat dia sendiri memperjuangkan hal ini. Sejak dia menemuiku hari itu. Dia tampak berbeda dari biasanya. Dia biasanya hanya melamun berjalan tidak tentu arah kemana-mana. Hal ini kumaklumi saja. Dia adalah seorang pejabat yang suka berkelana kemana-mana. Dia bilang kepadaku, bahwa dia suka menikmati keindahan bulan diberbagai tempat ataupun melihat berbagai...

DUA DALAM SATU

Gambar
karya: Febrianiko Satria sumber gambar:  http://puan.co/2018/06/dua-dalam-satu/ Aku membuka mataku perlahan-lahan. Aku lihat ada sebuah sinar terang. Aku mencoba membuka mataku seluruhnya walaupun tu terasa sakit. Perlahan-lahan aku mencoba bangun. Namun aku terkejut, aku tidak mengenal tempat ini. Aku mencoba mengingat kembali kenapa aku sampai ditempat ini. Tidak, aku tidak bisa mengingat apapun. Disebelahku, ada seorang wanita bercadar yang memakai gamis yang cukup panjang berwarna pink dan rok panjang berwarna hitam. Cadarnya yang berwarna hitam   membuatku tidak bisa mengenali siapa wanita itu. Lagipula kenapa juga aku harus berada ditempat ini bersama wanita ini? Pelan-pelan aku mencoba membangunkan wanita itu. Dia menolak manja ketika aku bangunkan. Aku mencoba membangunkannya terus. Tetapi sayangnya wanita itu terlalu terlelap dalam tidurnya. “Daripada aku menunggu dia bangun. Sebaiknya aku mencari bagaimana cara keluar dari ini,” gumamku. Aku lalu mencoba...

LELAKI DAN FOTO YANG MENANGIS

Karya: Febrianiko Satria Foto itu menangis. Ya foto itu benar-benar menangis. Kau bisa melihat foto itu mengeluarkan air mata sejak pertama kali dipajang di dinding itu. Kau tidak percaya? Sekarang cobalah kau pergi ke rumah Pak Karnadi itu dan lihatlah foto seorang perempuan kecil itu menangis. Kau bisa lihat air mata yang keluar dari foto itu bukalah rekayasa editor foto seperti photoshop. Air itu berasal dari pipa yang ditempelkan dibelakang foto itu sehingga mengeluarkan air? Tentu tidak. Dinding yang menjadi tempat gantungan foto itu hanya dinding biasa tanpa pipa atau trik murahan lainnya dibelakangnya. Tapi kejadian foto menangis ini tentu saja hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya. Hal ini memang sengaja dirahasiakan. Kalau sudah dirahasiakan tentu memiliki berbagai rahasia aneh dari foto itu. Kami tentu tak ingin Pak Karnadi menjadi terkenal mendadak. Apalagi sampai-sampai foto itu disebarkan secara massif di media sosial. Kami tidak mau ketenangan lingkun...