karya: Febrianiko Satria sumber gambar: http://puan.co/2018/06/dua-dalam-satu/ Aku membuka mataku perlahan-lahan. Aku lihat ada sebuah sinar terang. Aku mencoba membuka mataku seluruhnya walaupun tu terasa sakit. Perlahan-lahan aku mencoba bangun. Namun aku terkejut, aku tidak mengenal tempat ini. Aku mencoba mengingat kembali kenapa aku sampai ditempat ini. Tidak, aku tidak bisa mengingat apapun. Disebelahku, ada seorang wanita bercadar yang memakai gamis yang cukup panjang berwarna pink dan rok panjang berwarna hitam. Cadarnya yang berwarna hitam membuatku tidak bisa mengenali siapa wanita itu. Lagipula kenapa juga aku harus berada ditempat ini bersama wanita ini? Pelan-pelan aku mencoba membangunkan wanita itu. Dia menolak manja ketika aku bangunkan. Aku mencoba membangunkannya terus. Tetapi sayangnya wanita itu terlalu terlelap dalam tidurnya. “Daripada aku menunggu dia bangun. Sebaiknya aku mencari bagaimana cara keluar dari ini,” gumamku. Aku lalu mencoba...